oleh

Respon, Komisi Pendidikan dan Kebudayaan PB HMI (MPO), Siswa Menantang Guru

JAKARTA,TEROPONGUMAT. COM- Peristiwa murid menantang gurunya di Gresik, Jawa Timur, membuat polemik di publik.

Pasalnya, Guru mendidik dan membina untuk menjadi murid lebih baik, dan saling menghormati dan menjaga etika dan sopan santun. Guru adalah orang tua kita di sekolah, karena adanya guru kita saling mengenal dan menghormati ke pada yang lebih tua.

Demikian disampaikan oleh Ketua Komisi Pendidikan dan Kebudayaan Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB-HMI), Moh. Hatta Sahib Budang, di Jakarta, (12/03/2019)

Hatta menambahkan bahwa ini bukan pertama terjadi dalam proses Pendidikan saat ini, sebelumnya juga telah terdapat kasus yang sama dibeberapa wilayah.

“Peristiwa seperti yang terjadi di SMP PGRI Wringinanom itu bukanlah fenomena baru. Begitu pula kenakalan anak-anak sekolah seperti sejumlah murid di SMP Negeri 2 Takalar, Sulawesi Selatan, yang memaki dan memukuli petugas kebersihan di sekolahnya, dan di lain pula orang tua sendiri datang niat ingin memukul Petugas, ” tambah Hatta

Baca Juga,  Anis Baswedan Diminta Supervisi Sengketa Gedung Cawang Kencana

Dengan demikian, Moh. Hatta mengingatkan pentingnya suasana bersahabat dalam pelaksanaan pendidikan Nasional, dan sebisa mungkin menghindari segala hal yang menggangu.

“Saya masih mengingat pesan dari mantan Mendikbud Bapak Anies Baswedan, Ibu dan Bapak, para orangtua, mari kita bangun suasana yang tenang, suasana belajar di rumah. Suasana yang nyaman untuk anak-anak kita. Saya berharap, kita sebagai orangtua menghindari hal-hal yang bisa menggangu ketenangan persiapan anak dalam menghadapi Ujian Nasional,” tuturnya

Baca Juga,  Karena Revolusi Mental; Mencerdaskan Anak Bangsa

“Harapannya, Sikap yang paling sering disebut oleh guru adalah sikap perhatian. Sebanyak 30 % dari seluruh guru yang mengharapkan orang tua untuk lebih perhatian kepada anaknya. Seorang guru bahkan mengatakan ada orang tua yang seakan-akan menyerahkan seluruh pendidikan anak kepada guru, mengantar setiap hari putranya dan menjemputnya pada sore hari. Sementara waktu antara pukul 07.00-16.00 semua adalah tanggung jawab sekolah. Maka orang tua perlu mengontrol anak-anak yang ke sekolah, entah sekolah menengah pertama dan menengah atas sebelum berangkat ke sekolah, menjaga kemungkinan dalam tas ada rokok atau barang-barang terlarang, mencegah sebelumnya, jangan sampai mempermalukan orang tua di sekolah dan di publik.”tutupnya

Komentar

Post Terkait,