oleh

Pesan Komisi Pendidikan PB HMI (MPO) Kepada Kemendikbud.

JAKARTA, TEROPONG UMAT.COM – Dengan dijadikan NIK sebagai pengganti NISN, maka mempermudah pendataan anak-anak yang masuk usia sekolah. Dalam hal ini peranan pendidikan nonformal menjadi dianggap sebagai salah satu strategi untuk mempermudah proses pendaftaran siswa.

Komisi Pendidikan dan Kebudayaan PB HMI (MPO) Moh Hatta Sahib Budang mengapresiasi kebijakan Kemendikbud Bapak Muhadjir Efendi, mulai 2019 tidak lagi Nomor Induk Siswa Nasional (NISN), namum gunakan Nomor NIK. Karena diganti dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Ketua Komisi Pendidikan dan Kebudayaan PB HMI (MPO) Moh. Hatta Sahib Budang, mengharapkan kepada Bapak Muhadjir Efendi sebagai Kemendikbud, ketika kebijakan yang di ambil ini tidak berkepentingan di politik praktis, apa lagi bersinggungan dengan data kependudukan otomatis pandangan publik menilai bahwa ini adalah kepentingan politik 2019. Kata Moh Hatta Sahib Budang.

Baca Juga,  HIPPMMU Turut Belasungkawa; Almarhum Herman Terbangkan Di Kampung Halaman

M.H Sahib Budang” titip pesan kepada Kemendikbud. Kutipan-kutipan ini bisa kamu pakai untuk mengutarakan ketidaksukaanmu secara halus. Terkadang, rasa itu memang tidak bisa diungkapkan secara blak-blakan. Mungkin karena tidak enak, atau karena takut akan menambah panas suasana. Sebisa mungkin hindari menggunakan bahasa kasar yang justru bisa memperparah keadaan. Terkadang kalau sudah lebih tenang, kita malah menyesal karena pernah melontarkan kebijakan-kebijakan tersebut.

Baca Juga,  Warga Motiloa; Pergantian Malam Tahun Baru; Gelar Zikir dan do'a Bersama

Kata”Ketua Komisi Pendidikan dan kebudayaan PB HMI (MPO) menilai bahwanya Mendikbud menjelaskan pihaknya didukung oleh Kemendagri terutama dalam mengatur sistem penerimaan siswa baru ini sudah terang-terangan di mata publik bahwa ini adalah politik, apa lagi momentum tahun politik, oleh karena itu masyarakat menilai tetap kepentingan politik.

Komentar

Post Terkait,