oleh

Pembicara Di Kenanga Talks, Berikut Pesan Kepala Bidang Litbang Kemenag RI Kepada Kader – Kader HMI

JAKARTA, TEROPONGUMAT.COM – Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan adalah dua unsur yang berbeda, pendidikan agama biasanya disampaikan melalui lembaga formal seperti Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah atau setara dengan SD, SMP dan SMA. Demikian yang dikemukan oleh Kepala Bidang Litbang Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag), Dr. Murtadho Muhammad, dalam agenda Kenanga Talks Episode Ke 4, (18/01/19), bertempat di Warung Kupi Aceh 88, Pasar Minggu, Jakarta Selatan dengan tema besar Mengurai Penelitian Agama Terhadap Pola Perubahan Sosial. Kepala Bidang Litbang Kemenag juga menambahkan, Penelitian Agama tidak dapat berpengaruh secara signifikan terhadap perubahan sosial karena membutuhkan waktu yang panjang serta berkala. “Sebagai contoh proses penyebaran Islam di Nusantara”, Katanya “Namun beberapa tahun terakhir, Indonesia menjadi salah satu lirikan dunia sebagai pusat pendidikan keagamaan, hal ini bisa dibuktikan melalui meningkatnya pelajar dari luar negeri yang belajar di pesantren-pesantren di berbagai pelosok negeri”, tuturnya
Baca Juga,  PB-HMI: Akses Perekonomian Korban Tsunami Selat Sunda Perlukan Perhatian
Dalam Agenda mingguan yang diselenggarakan Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) MPO bersama Kenanga Institute itu, Murtadho Muhammad juga menegaskan bahwa, perlu kiranya mengurai penelitian-penelitian ataupun tulisan-tulisan ilmiah yang mengangkat sejarah – sejarah keislaman lokal di Indonesia, karena sampai saat ini, budaya literasi menulis pesantren sangat kurang. ” Kita sebagai generasi digital ketika mencari tulisan sejarah Islam di internet tentang sejarah keislaman di pelosok Indonesia, belum tentu ada yang menulis sejarahnya”. tambahnya Dengan demikian, Murtadho Muhammad disela diskusinya, mendorong kepada kader – kader Himpunan Mahasiswa Islam untuk menulis sejarah keislaman di daerahnya masing-masing, hal ini akan menjadi hal positif karena akan memberikan informasi kepada seluruh umat Islam yang ada di Indonesia. Dirinya kemudian kembali menegaskan bahwa, salah satu alasan orang luar datang ke Indonesia untuk belajar, dikarenakan fenomena sosial yang unik di Indonesia.
Baca Juga,  "Gaduh", PB-HMI Nilai KPU Dan Bawaslu Tak Punya Kemampuan Menjelaskan Kepada Publik
” Salah satu alasan orang luar negeri datang ke Indonesia untuk belajar keagamaan, karena Indonesia memiliki banyak aliran Islam namun bisa berdampingan secara rukun dan saling menghormati. sebaliknya, di negara mereka berasal, mereka hidup dialiran agama Islam yang Homogen’, terangnya Senada yang sama, diakhir diskusi, Direktur Kenangan Institute, Mahfut Khanafi menambahkan bahwa, hal tersebut diatas menjadi tantangan baru bagi para peneliti sosial sekaligus kader HMI untuk menjadikan penulisan-penulisan sejarah keislaman Daerah menjadi objek penelitian dan disebarkan di media sosial.
Baca Juga,  Buka Konfercab HMI Cabang Jaksel; Berikut Pesan Ketua Umum PB HMI
“Agar media sosial tidak dipenuhi dengan narasi-narasi Islam ala transnasional” tambah Mahfut [Azah]

Komentar

Post Terkait,