oleh

Sejarah Kerajaan Kutai

Sebelum Indonesia menganut sistem Republik atau demokrasi hingga hari ini, jauh kebelakan Indonesia pernah menganut sistem kerajaan atau disebut dengan sistem monarki. walaupun sistem kerajaan berbeda pelaksanaanya dengan sistem demokrasi, akan tetapi kedua-duanya memiliki tujuan yang sama yakni mewujudkan kebahagiaan, keadilan serta kemakmuran bersama. Dalam kehidupan kehidupan masa lalu sebelum gelombang revolisi bangsa indonesia di mulai, terdapat banyak peristiwa bersejarah yg terjadi di bumi nusantara, hal itu kemudian kiranya patut menjadi permenungan bersama sebagai bagian dari usaha menguatkan harapan baru dalam mewujudkan Indonesia hebat.

Sejarah adalah peristiwa-peristiwa masa lalu yang mempunyai catatan, record-record atau bukti-bukti yang konkrit (Aristoteles), sedangkan sejarah menurut Ibnu Khaldun adalah sebagai catatan tentang masyarakat umum manusia atau peradaban manusia yang terjadi pada watak/sifat masyarakat itu. Dari definisi tersebut, dapat kita tegaskan bahwa dimana ada manusia disitu akan ada peristiwa sejara yang memuat catatan dan rekam sejak akibat pertarungan sistem nilai sebagai kekayaan peradaban manusia. Di Indonesia hari ini dibutuhkan suatu penegasan identitas sebagai tuntutan dalam menghadapi modernisasi akibat perkembangan Ilmu pengetahuan dan Teknologi yang begitu massif. guna memahami identitas bangsa tersebut, diperlunya pemahaman sejarah oleh setiap generasi bangsa, karena dalam sejarah menurut Thomas Carlyle merupakan sebuah peristiwa pada masa lampau yang mempelajari tentang biografi orang terkenal. Mereka merupakan seorang penyelamat pada zamannya. Mereka juga merupakan orang yang besar yang dicatat sebagai peletak dasar sejarah tersebut.

Memahami sejarah sangatlah penting bagi generasi penerus, karna memahaminya bisa membangkitkan usaha – usaha perjuangan oleh generasi bangsa agar terus mempersembahkan karya – karya yang terbaik untuk negerinya, selain itu memahami sejarah juga dapat mengetahui pergorbanan yang telah dilakukan oleh para pahlawan bangsa yang sejatinya pantas untuk diteladani. itulah mengapa Soekarno selaku bapak revolusioner Bangsa Indonesia mengatakan bahwa, Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarah perjuangan para pahlawanya. (Soekarno).

Nah, demikian sedikit ulasan kami soal sejarah, berikut ini kami sajikan Sejarah Kerajaan Kutai yang merupakan bagian dari peristiwa bersejarah Bangsa Indonesia, penting untuk diketahui.

Sejarah Kerajaan Kutai

Sekitar abad ke 5 masehi terletak dihulu sungai mahakam, kalimantan timur terdapat kerajaan kutai, kerajaa ini disebut –sebut sebagai kerajaan pertama di Indonesia. Dikomandoi  oleh raja pertama yang bernama kudungga. Menurut para ahli nama kudungga merupakan nama asli pribumi yang belum terpengaru oleh kebudayaan Hindu tepatnya dimasa raja Kudungga memimpin. Dimasa itu kerajaan kutai masih kental dengan pemahaman sukuisme yang kemudian mempengaruhi sistem pemerintahan di kerajaan kutai pada masa itu. Transisi sistem pemerintahan berbentuk suku ke kerajaan baru bisa diterapkan setelah mendapat pengaruh dari kebudayaan Hindu-Budha. Dominasi sistem kerajaan itu diilhami sebagai bagian dari desain baru yang didalamnya tidak menghilangkan identitas kesukuan serta kearifannya.

Sumber sejarah yang kuat mengemukakan bahwa perubahan sistem dari kesukuan menjadi bentuk kerajaan dilakukan oleh Aswawarman yang merupakan anak dari Kudunggu setelah melewati masa-masa interaksi dengan kebudayaan Hindu-Budha. Seturut berjalanya waktu raja Aswawarman kemudian turun tahta dan tonkat kepemimpinan pun jatuh ketangan Mulawarman yang merupakan cucu dari Kudungga.

Masa kejayaan kerajaan kutai

Setelah melewati berbagai proses pendewasaan hidup ber-kerajaan yang panjang,  kutai akhirnya mengalami kejayaan dibawah kepemimpinan raja Mulawarman, pada masa itu kerajaan kutai paling masyur, hubungan baik raja dengan para brahmana serta seluruh rakyat kutai berjalan dengan baik, hingga disuatu ketika raja mulawarman memberikan hadiah kurban berupa emas dan 20.000 ekor lembu untuk para brahmana sebagai wujud terima kasih atas kestiaanya membangun kerajaan kutai. Sehingga atas hadia tersebut oleh brahmana kemudian mendirikan Yupa.

Kemajuan dibidang politik, terlihat dalam Pergantian kekuasaan dari aswawarman ke mulawarman, membuktikan pada masa itu mereka telah mengenal sistem pemerintahan, yang tadinya dipimpin oleh kepala suku semenjak raja kudungga berubah menjadi bentuk ke sistem kerajaan dimasa raja Aswawarman. Terdapatnya prasati yang memuat nama- nama raja yang memimpin pada masa itu adalah bukti bahwa kutai oleh rakyatnya telah menilai karaktek setiap pemimpinya dalam menjalankan kekuasaan sebagai raja mereka.

Berikut nama-nama raja yang pernah memimpin di kerajaan kutai.

  1. Maharaja Kudungga
  2. Maharaja Asmawarman
  3. Maharaja Mulawarman
  4. Maharaja Marawijaya Warman
  5. Maharaja Gajayana Warman
  6. Maharaja Tungga Warman
  7. Maharaja Jayanaga Warman
  8. Maharaja Nalasinga Warman
  9. Maharaja Nala Parana Tungga
  10. Maharaja Gadingga Warman Dewa
  11. Maharaja Indra Warman Dewa
  12. Maharaja Sangga Warman Dewa
  13. Maharaja Candrawarman
  14. Maharaja Sri Langka Dewa
  15. Maharaja Guna Parana Dewa
  16. Maharaja Wijaya Warman
  17. Maharaja Sri Aji Dewa
  18. Maharaja Mulia Putera
  19. Maharaja Nala Pandita
  20. Maharaja Indra Paruta Dewa
  21. Maharaja Dharma Setia

Kemajuan dibidang perdagangan juga telah menjadi bagian dari kehidupan di kerajaan kutai, posisi geografis kerajaan kutai yang begitu strategis yang terintegrasi kedalam jalur perdagangan china dan india, menjadikan kutai menarik untuk disinggahi oleh para pedagang. Tak hanya akses sungai dan laut, pembangunan jalur transportasi  juga difokuskan didarat dengan menghubungkan jalur transportasi kepada seluruh masyarakat. Disamping hasil pertanian yang melimpah, peternakan juga sukses dilakukan dalam agenda pembangunan kerajaan kutai, sehingga diperkirakan  masyarakat kutai lebih mengutamakan mata pencaharian sebagai petani dan peternak. Dibidang hukum juga mengalami kemajuan, setiap para pedagang luar yang hendak memasuki wilayah kekuasaan kerajaan kutai, wajib membayar pajak kepada raja agar diizibkan berdagang.

Dibidang agama juga menjadi perhatian utama oleh pemerintah kerajaan kutai. hubungan agama dan kebudyaan dengan wilayah-wilayah pesisir terjalin dengan baik, pendeta kerap kali di undang untuk datang ke kerajaan kutai begitupula sebaliknya. Walaupun kehidupan masyarakat kutai  erat kaitan dengan kepercayaan atau agama hindu-budha, namun sebagian masyarakatnya mendapat kebebasan untuk menjalankan adat istiadat dan kepercayaan asli mereka. Bahkan pendirian yupa dikerajaan tersebut merupakan salah satu warisan nenek moyang bangsa indonesia yang didirikan dikerajaan kutai pada masa itu.

Dibidang sosial budaya memperlihatkan adanya dominasi pengikut kepercayaan agama hindu dikerajaan kutai, upacara penghinduan atau pemberkatan seseorang yang memeluk agama hindu dimulai sejak pemerintahan Aswawarman dan dipimpin oleh pendeta atau kaum Brahmana dari India. Baru terjadi perubahan dimasa raja Mulawarman dimana pendeta atau kaum brahmana dari Indonesia. Kemampuan dalam memahami bahasa sanskerta oleh pendeta indonesia menjadi kata kuncialasan utama dibatasinya peran pendeta yang bersal dari India. Sebab bahasa sanskerta adalah bahasa resmi kaum brahmana untuk kaum keagamaan.

Masuknya pengaruh budaya India ke Nusantara menyebabkan budaya indonesia mengalami perubahan dari sistem kesukuan menjadi kerajaan. Yang hebatnya pada masa itu kebiasaan mendidrikan tugu batu oleh nenek moyang  asli indonesia terus dipertahankan dimasa kerajaan setelah mendapat pengaruh kebudayaan hindu, menunjukan bahwa bangsa Indonesia dalam keadaan berusaha dan menyesuaikan unsur-unsur kebudyaan asing tersebut dengan kebudayaan sendiri.

Keruntuhan Kerajaan Kutai

Kerajaan Kutai mengalami kerutuhan setelah terbunuhnya Maharaja Dharma Setia dalam suatu peperangan oleh raja Kutai Kartanegara Ke 13, Aji Pangerang Panji Mendapa. Patut diketahui bahwa Kutai Martadipura berbeda dengan kerajaan Kutai Kartanegara,  kutai kartanegara selanjutnya menjadi kerajaan Islam yang disebut dengan Kesultanan Kartanegara.

Oleh : Alialuddin Hamzah

Referensi :

  1. https://www.gurupendidikan.co.id/kerajaan-kutai-sejarah-raja-dan-bukti-peninggalan/
  2. https://histori.id/kerajaan-kutai/
  3. https://az-sejarah.blogspot.com/2018/03/bukti-sejarah-kerajaan-kutai.html
  4. https://www.sekolahpendidikan.com/2017/11/sejarah-lengkap-kerajaan-kutai-raja.html
  5. https://moondoggiesmusic.com/kerajaan-kutai/

Komentar