oleh

Evaluasi Debat Pertama Paslon Pilpres 2019

“Debat Perdana Pilpres 2019 Miskin Gagasan”.

Oleh : Kaslan (Aktifis Himpunan Mahasiswa Islam)

Setelah menyaksikan debat tahap pertama, kita bisa sedikit mengukur kelebihan dan kekurangan masing-masing paslon yang ditampilkan. Baik paslon pasangan Jokowi-Ma’ruf maupun paslon Prabowo-sandi.

Setelah mengamati kita bisa melihat bahwa debat pilpres tahap pertama merupakan debat pertarungan argumentasi berbasis retoris teoritik dan pertarungan berbasis data. secara retoris paslon 01 menghadapi banyak masalah retorika sehingga penjelasan keberhasilan dalam posisi petahana terlihat tertatih dan susah untuk menjelaskan secara rinci keberhasilan program sebelumnya untuk menjawab pertanyaan dari paslon 02 cenderung kurang terpenuhi.

Kemudian begitupun dari paslon 02 secara retoris agak bagus dan jelas, namun kemudian retoris tidak selalu berlandaskan fakta tetapi lebih cenderung retoris teoritik.

Paslon 02 memandang bahwa solusi untuk mengurangi korupsi di tubuh birokrasi harus dilakukan penyejahteraan, melalui perbaikan penghasilan. Artinya bisa disimpulkan maslah korupsi sampai hari ini terletak hanya dipandang secara pragmatis, jika seseorg memiliki uang maka ia tidak akan melakukan korupsi, tetapi paradigma demikian tidak akan bertahan lama karena ketika seseorang tidak memiliki uang maka potensi korupsi akan kembali terjadi. Akan tetapi korupsi terjadi karena terletak pada integritas bangsa Yg sedang mengalami dekadensi moral dan sebenarnya yg hrs diperbaiki adalah dari segi mental para birokrasi melalui pendidikan dan melalui Reformasi birokrasi.

Baca Juga,  Pilpres 2019; Demokrasiana Institute Serukan Kampanye Adu Program

Fenomena debat pilpres seperti ini bukan hanya terjadi pada pilpres 2019 kali ini, tetapi debat pertarungan teoritik dan retoris versus berbasis data sudah terlihat pada debat calon Pemilihan Kepala daerah di DKI pada tahun 2017. Dimana pasangan Anis Baswedan & Sandiaga Uno telah menguasai debat secara teoritis dan secara retoris. Sedang Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) & Djarot Saiful hidayat secara teoritis kalah dengan paslon pasangan Anis-Sandi, Namun memiliki argumentasi yang sangat kuat karena berbasis data tentang lanskap pembangunan DKI.

Substansi Debat Pilpres

Setelah melihat dan mengurai kelebihan dan kekurangan masing-masing paslon, bisa kemudian disimpulkan bahwa paslon belum menampilkan pertarungan gagasan secara substantif, tetapi baik paslon nomor 01 maupun 02 masih berkutat pada janji-janji dan hanya saling serang tetapi tidak terlihat gagasan solutif atas permasalahan bangsa dan maksud isi pertanyaan.

Baca Juga,  Presiden RI Inginkan "Islam Moderat" Digaunkan

Atas fenomena hasil debat pilpres diatas apakah sudah refasentatif dari hasil pemaparan paslon secara keseluruhan? Seperti saya katakan sebelumnya bahwa debat ini adlah pertarungan argumentasi berbasiskan data dan argumentasi teoritis dan retoris dalam kemasan yang masih sederhana dan belum menyentuh secara substantif. Dan boleh dikatakan bahwa sebenarnya terlihat paslon cenderung belum mengetahui masalah yang dihadapi bangsa ini.

Padahal sebagaimana dikatakan Napoleon Bonaparte, bahwa seorang Pemimpin adalah penjual sekaligus pembeli harapan. Artinya sebagai calon yang akan jadi pemimpin mestinya paslon menjual gagasan untuk menarik hati pemilih karena ada harapan yang ditawarkan.

Tahapan debat pilpres ini sangat dinanti sebagai pertarungan gagasan dalam mengurai solusi atas permasalahan bangsa. Bukan tanpa sebab sejak penetapan paslon yang berlaga di pilpres beberapa bulan yang lalau, kita telah menyaksikan situasi sosial yang sangat memanas, masyarakat terpolarisasi dalam 2 kubu dan masing-masing memainkan sentimen kebencian, tak terelakkan tindakan saling menjatuhkan satu sama lain pun terjadi dan berita hoaks pun di produksi untuk menyerang lawan politik.

Baca Juga,  Panggung Debat Perdana Pilpres 2019 Kurang Greget, ZAR; KPU Dirasa Membatasi Kebebasan Paslon

Maka dari itu penulis menampungnya secara kesuluruhan bahwa setiap paslon memperlihatkan kekurangan dan kelebihan masing-masing. Dan setiap kelebihan dan kekurangan Akan menjadi acuan terhadap apa yang dibutuhkan indonesia saat ini.

Wallahu’alam.

Komentar

Post Terkait,