oleh

Pilpres 2019; Demokrasiana Institute Serukan Kampanye Adu Program

JAKARTA, TEROPONGUMAT.COM – Demokrasiana Institute mengeluarkan rilis berkaitan dengan agenda Pilpres 2019 mendatang. menurut Demokrasiana Institute dalam Pilpres mendatang terdapat potensi tim sukses menggunakan beragam cara demi menarik simpati pemilih agar memilih jagoan mereka.

menanggapi hal itu, Koordinator Presidium Demokrasiana Institute, Zaenal Abidin Riam atau sering disapa ZAR mengungkapkan bahwa perlunya pendidikan politik dalam momentum pilpres kali ini guna mencerdaskan publik selama masa kampanye.

“Kampanye sebenarnya merupakan pendidikan politik, outputnya seharusnya masyarakat bisa lebih cerdas dalam menyikapi dinamika politik, namun hal itu sangat dipengaruhi konten kampanye dari setiap pasangan calon Pilpres” jelas Zaenal Abidin Riam, Koordinator Presidium Demokrasiana Institute, Kamis (27/12/18).

Baca Juga,  Evaluasi Debat Pertama Paslon Pilpres 2019

Agar tercipta kampanye yang mencerdaskan, lanjut ZAR perlunya mengutamakan adu program.

“Wajib bagi setiap pasangan Capres Cawapres konsisten mensosialisasikan secara masif programnya dalam semua aspek kehidupan kepada masyarakat khususnya bidang ekonomi, politik, kebudayaan, lingkungan dan sosial. Ini penting agar masyarakat paham apa yang akan dilakukan calon bila kelak terpilih, dari sini pula masyarakat berpeluang menjatuhkan pilihan berdasarkan pertimbangan rasional dan cerdas” urai Enal.

Baca Juga,  Menjelang Pemilu 2019, Demokrasiana Institute Tegaskan Pentingnya Netralitas Dan Objektifitas Media Arus Utama

Dengan demikian Zaenal Abidin Riam (ZAR) menegaskan bahwasanya Cara kampanye dengan menggunakan diksi tak berkualitas harus dihentikan, termasuk menyerang personal lawan.

“Belakangan ini ruang sosial kita gaduh karena yang diributkan adalah diksi tak berkualitas, misalnya soal tampang dan urusan privat keluarga, ini hanya menghabiskan energi, masyarakat tidak mendapatkan sedikitpun pelajaran dari kegaduhan seperti ini, jadi harus dihentikan, kalau mau gaduh ya seharusnya gaduhnya adalah gaduh program” tutupnya.[AZA]

Komentar

Post Terkait,