oleh

Pendidikan Yang Berkarakter

Pendidikan memang tak lepas dari makna dan definisi. Dalam dunia pendidikan banyak sekali istilah-istilah yang dipakai dan memerlukan pembahasan mengenai hal definisi atau pengertiannya. Sebelum melangkah membahas mengenai pendidikan karakter, sebaiknya jika terlebih dahulu membahas mengenai apa tujuan pendidikan karakter itu sendiri.

Pendidikan karakter merupakan bentuk kegiatan manusia yang di dalamnya terdapat suatu tindakan yang mendidik diperuntukkan bagi generasi selanjutnya. Tujuan pendidikan karakter adalah untuk membentuk penyempurnaan diri individu maupun secara kelompok terus-menerus dan melatih kemampuan, moral dan akhlak diri demi menuju kearah hidup yang lebih baik.

Sebelum kita lanjutkan, perlu kita ketahui tentang sejarah pendidika terlebih dahulu.
Pendiri hari pendidikan Ki Hajar Dewantara. Ki Hajar Dewantara lahir pada tanggal 2 Mei 1889 dari keluarga yang ada di lingkungan kraton Yogyakarta dengan nama Raden Mas Soewardi Soeryaningrat. Di masa kecil, beliau telah menyelesaikan sekolah dari Sekolah Dasar di ELS atau Sekolah Dasar Belanda, dan setelah itu melanjutkan ke STOVIA atau Sekolah Dokter Bumiputera. Namun karena jatuh sakit akhirnya beliau tidak bisa menyelesaikan sekolahnya.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, Ki Hajar Dewantara juga sempat mendirikan sebuah lembaga pendidikan Taman Siswa. Selain itu, beliau juga memiliki filosofi yang sangat terkenal serta menempel erat dengan dunia pendidikan Indonesia, yaitu “Ing ngarso sung tulodo (di depan memberi teladan), Ing madyo mangun karso (di tengah memberi bimbingan), dan Tut wuri handayani (di belakang memberi dorongan).

Dan setelah negara Indonesia mendapatkan kemerdekaannya, Ki Hajar Dewantara diangkat sebagai menteri pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan Pengajar Indoneisa di kabinet republik Indonesia yang pertama. Selain itu, beliau juga mendapat gelar doktor kehormatan dari Universitas Gajah Mada pada tahun 1957 sebagai Dr. H. C. Teapi setelah 2 tahun mendapat gelar tersebut beliau wafat di tempat kelahiran beliau di Yogyakarta, tepatnya pada tanggal 28 April 1959.

Baca Juga,  Karena Revolusi Mental; Mencerdaskan Anak Bangsa

Atas perjuangan tersebut, Ki Hajar Dewantara akhirnya mendapat julukan sebagai bapak pendidikan Indonesia. Dan hari lahir beliau, tanggal 2 Mei selalu diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional. Sebagaimana yang tertulis pada Surat Keputusan Presiden RI No. 305 tahun 1959 yang tertanggal pada 28 November 1959. Perlu kita mengambil hikmah atau contoh perjuangan Bapak Pendidikan.

Oleh karena itu, Harapan saya kepada generasi muda agar kita harus menjadi panutan di lingkungan masyarakat, dan lebih khususnya jadi panutan di dalam keluarga, sehingga kita mampu menjalankan polo perkaderan yang beliau terapkan pada masa-masa beliau sebagai Kemendikbud, di masa bapak revulusi, yaitu Bapak Soearno-Hatta.

Ini merupakan salah satu semangat juang yang tinggi, dan perlu kita contohkan bawah generasi muda adalah agenda perubahan sosial yang harus bergiat untuk belajar dan belajar, apa lagi yang saat ini, sudah berada di bangku sekolah maupun di bangku kuliah perlu kita punya impian kedepan sebagai generasi akan datang, oleh karena itu yang paling terpenting adalah menulis dan membaca agar kita bisa menjadi generasi penerusnya.

Pendidikan karakter kini menjadi salah satu wacana utama dalam kebijakan nasional di bidang karakter Pendidikan. diseluruh kegiatan belajar serta mengajar yang ada dalam negara indonesia harus merujuk pada pelaksanaan pendidikan Karakter. Ini juga termuat di dalam Naskah Rencana Aksi Nasional Pendidikan Karakter yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan pada tahun 2010.

Bahkan dalam UU RI No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, merumuskan fungsi dan tujuan pendidikan Nasional yang harus digunakan dalam mengembangkan upaya pendidikan di Indonesia. Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan dan membantu watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan bangsa. Bertujuan untuk berkembangnya potensi, peserta didik agar menjadi manusia yang beriman yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab atas generasi akan datang.

Seringkali kita dituntut untuk menerapkan kemampuan karakter dan menumbuh kembangkan prinsip dalam pendidikan, tetapi pemahaman mengenai karakter secara mendasar belum kita fahami dengan benar-benar. Oleh karena itu sebelum menerapkan pendidikan karakter, kita perlu tau dulu apa sih sebenarnya pendidikan karakter itu? Apa sih sebenernya fungsi pendidikan karakter itu?

Pendidikan adalah suatu usaha sadar dan sistematis dalam mengembangkan potensi peserta didik. Pendidikan adalah proses pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi yang lain melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitian. Pendidikan sering terjadi di bawah bimbingan orang lain, tetapi juga memungkinkan secara otodidak.

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.

Karakter atau watak adalah sifat batin yang memengaruhi segenap pikiran, perilaku, budi pekerti, dan tabiat yang dimiliki manusia atau makhluk hidup lainnya. Lebih lengkap lagi Karakter adalah nilai-nilai yang khas, baik watak, akhlak atau kepribadian seseorang yang terbentuk dari hasil internalisasi berbagai kebijakan yang diyakini dan dipergunakan sebagai cara pandang, berpikir, bersikap, berucap dan bertingkah laku dalam kehidupan sehari-hari.

Pendidikan Karakter adalah usaha sadar dan tidak sadar untuk mewujudkan suasana serta proses pemberdayaan potensi dan pembudayaan peserta didik guna membangun karakter pribadi atau kelompok yang unik baik sebagai warga negara.

Pendidikan Menurut Carter V. Good

Pendidikan adalah proses perkembangan kecakapan seseorang dalam bentuk sikap dan prilaku yang berlaku dalam masyarakatnya. Proses sosial dimana seseorang dipengaruhi oleh sesuatu lingkungan yang terpimpin (khususnya di sekolah) sehingga iya dapat mencapai kecakapan sosial dan mengembangkan kepribadiannya.

Pendidikan Menurut UNESCO

Menyebutkan bahwa pendidikan itu sekarang adalah untuk mempersiapkan manusia bagi suatu tipe masyarakat yang masih belum ada. Konsep system pendidikan mungkin saja berubah sesuai dengan perkembangan masyarakat dan pengalihan nilai-nilai kebudayaan. Konsep pendidikan saat ini tidak dapat dilepaskan dari pendidikan yang harus sesuai dengan tuntutan kebutuhan pendidikan masa lalu,sekarang,dan masa datang.

Oleh karena itu sebagai pendidik perlu punya kreatif sendiri, itu menjadi barometer di setiap lingkungan yang ada tempat, dan di lain sisinya kita saling menghormati sesama mahluk ciptaan tuhan. Yang terpenting ketika kita berada di lingkungan bermasyarakat, perlu kita menjagan derajad dan martabat, moral, dan sifat selama kita melindungi kita. Amin.

Di dalam tulisan ini merujukan pada UU dan pakar tentang Pendidikan.

Sedikit Pesan Kepada Generasi Muda, ayo.!kita membudayakan membaca dan menulis.

Terimakasih.

Moh. Hatta Sahib Budang.

Bilahi Taufiq Wal Hidayah.
Wasalam’mualaikum. Wr. Wb.

Komentar

Post Terkait,