oleh

Denuklirisasi Berjalan Buntut, Korut Kembali Tuntut AS

PYONGYANG, – TEROPONGUMAT.COM – Setelah pemulihan Hubungan diplomatik yang coba dilakukan oleh kedua belah pihak di tahun 2018 ini, ternyata terus ditemui permasalahan yang dapat menghambat peningkatan hubungan baik kedua negara.

Dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) pada bulan juli lalu, sempat terjadi upaya pemulihan antara Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden Amerika Serikat Donal Tramp, Di Singapura kedua negara sepakat memperbaiki hubungan dengan mendatangani pernyataan tentang denuklirisasi, Namun sejak itu kesepatan tersebut mengalami masalah yang berarti berkaitan dengan perdebatan pendapat yang terbangun secara sepihak oleh kedua belah pihak. 

Sekarang Pyongyang menuntut sanksi lega dan mengutuk desakan AS pada peluncuran senjata Nuklir sebagai “gangster-like”, sementara washington terus mendorong untuk mempertahankan langkah-langkah terhadap Korea Utara hingga “denuklirisasi akhir yang sepenuhnya diverifikasi”. 

Baca Juga,  Kurangi Ketegangan, AS Dan Korut Sepakat Perbaiki Hubungan

Korea Utara mengatakan bahwa terdapat Kontradiksi sikap perbaikan Hubungan yang dilakukan oleh Amerika serikat sehingga statusya bisa kembali pada peristiwa tahun lalu.

“Trump telah berulang kali menyatakan keinginannya untuk meningkatkan hubungan dengan Pyongyang, tetapi Departemen Luar Negeri AS “bertekad untuk membawa hubungan DPRK-AS kembali ke status tahun lalu yang ditandai dengan pertukaran api “. Kata Korea Utara sebagaimana yang disiarkan oleh kantor berita resmi KCNA. DPRK adalah akronim untuk nama resmi Korea Utara.

Dalam beberapa bulan terakhir, para politisi AS termasuk Menteri Luar Negeri Mike Pompeo telah “hampir setiap hari memfitnah DPRK karena kedengkian belaka”, tambah pernyataan hari Minggu oleh direktur riset kebijakan dari Institut kementerian luar negeri untuk Studi Amerika.Menggunakan sanksi dan tekanan “untuk membuat kita menyerah senjata nuklir” akan menjadi “salah perhitungan terbesar”, tambahnya, dan akan “memblokir jalan menuju denuklirisasi di semenanjung Korea selamanya”.

Baca Juga,  PM Korut Putuskan Usir Warga AS Ilegal, Hubungan Kedua Negara Terancam Krisis Diplomasi

KTT kedua antara Trump dan Kim – yang bertukar penghinaan pribadi dan ancaman perang sepanjang tahun 2017 – diperkirakan akan diadakan tahun depan, dengan pemimpin AS menghadapi kritik atas pembicaraan yang direncanakan sejak Korea Utara telah mengambil beberapa langkah konkret untuk meninggalkan program rudal nuklir dan balistik. (Ali)

Komentar

Post Terkait,