oleh

Pernyataan Sikap PB HMI (MPO) Terkait Polemik Ruhut Sitompul vs HMI

JAKARTA, TEROPONGUMAT.COM – Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB-HMI) versi “MPO” pada tanggal 19 November 2018 mengeluarkan rilis yang merupakan bentuk protes terhadap Ruhut Sitompul terkait penyebutan “anak PKI”, Berikut ini adalah hasil Rilis PB – HMI.

Insiden pernyataan politisi Ruhut Sitompul tentang Anak PKI pada Tahun 2011 lalu menimbulkan persoalan hukum. Di awali pada sekitar pertengahan bulan Oktober 2010, PB HMI yang pada saat itu di Komandoi oleh M. Chozin Amrullah, menjadi salah satu pioneer yang menolak pengusulan Presiden Soeharto sebagai Pahlawan Nasional.

Tentu ini menjadi hal yang lumrah bahkan diperlukan di alam Demokrasi, bahwa setiap Warga Negara memiliki hak yang sama dihadapan Hukum dalam hal kebebasan menyampaikan pendapat, ditambah lagi PB HMI pada saat itu mendasarkan Pada Argumentasi Ilmiah dalam menyatakan sikap penolakan tersebut.

Baca Juga,  Mengenal Sejarah Lahirnya PMII

Terhadap sikap penolakan dari PB HMI, politisi senior Ruhut Sitompul memberikan tangapan yang menohok, dengan menyatakan “yang tidak setuju Soeharto jadi Pahlawan cuma anak PKI”. Pernyataan dari Ruhut Sitompul tersebut telah jelas-jelas merendahkan martabat kelompok-kelompok yang berbeda pendapat dengan Ruhut Sitompul bahkan menjurus kepada Hate Speec yang dapat memicu terjadinya tindakan kekerasan atas tuduhan “anak PKI”

Bahwa atas pernyataan dan sikap tidak terpuji tersebut PB HMI telah menempuh jalur hukum yakni melalui Gugatan Perdata pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jak-Pus) pada Tahun 2011.

Pada tanggal 17 November 2011 Majelis Hakim pemeriksa perkara (PN Jak-Pus) menolak Gugatan Penggugat. Terhadap Putusan Pengadilan Negeri tersebut, PB HMI melalui Chozin dkk telah mengajukan upaya hukum Banding yang putusannya menyatakan Ruhut Sitompul terbukti telah melakukan Perbuatan Melawan Hukum atas ucapannya, dan dihukum sebesar Rp 131.300 (seratus tiga puluh satu ribu tiga ratus rupiah) dan Meminta maaf di dua Media Nasional.

Baca Juga,  PB HMI Angkat Bicara Soal Kasus Umat Muslim Uighur China, Berikut Penjelasanya!

Terhadap putusan Majelis Hakim tersebut, Ruhut Sitompul telah mengajukan Upaya Hukum Kasasi maupun Upaya Hukum luar biasa Peninjauan Kembali (PK) ke Mahkamah Agung, yang dimana semua upaya hukum tersebut ditolak oleh Mahkamah Agung. Hal ini semakin menguatkan bahwa Ruhut telah melakukan Perbuatan Melawan Hukum dan sudah seharusnya melaksanakan Hukuman atas perbuatan yang dilakukan.

Sehubungan dengan putusan Mahkamah Agung yang menolak PK dari Ruhut Sitompul, maka dengan ini kami Pengurus Besar Himpunan Mahasiwa Islam meminta kepada Ruhut Sitompul untuk melaksanakan putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta yang telah memiliki kekuatan hukum.

Kami juga berharap agar kejadian ini menjadi pelajaran bagi siapapun khususnya yang figurnya cukup dikenal oleh publik untuk lebih hati-hati dalam berbicara, khususnya di ranah publik.

Baca Juga,  HMI Kunjungi PMII, Bahas Formulasi Gerakan Mahasiswa

Pengurus Besar HMI

Ketua Umum, Zuhad Aji
Sekjen, Najamuddin Arfah

Komentar

Post Terkait,