oleh

6 Poin Sikap Umat Islam Bima-NTB Terkait Insiden Pembakaran Bendera Oleh Oknum Banser

BIMA, TEROPONGUMAT.COM – Terkait pembakaran bendera yang bertuliskan La Illaha Illallah, Muhammad Darasulullah oleh oknum anggota Banser di Garut, Jawa Barat pada perayaan hari Santri Nasional yang jatuh pada hari Senin 22 Oktober 2018 lalu telah membuat geram sebagian umat Islam.

Walaupun insiden tersebut sudah ditangani oleh pihak kepolisian namun, aspirasi dari berbagai kalangan umat Islam terus dilakukan. 26 Oktober 2018, Umat Islam Bima – Nusa Tenggara Barat melalui Forum Umat Islam Bima melakukan aksi demontrasi sebagai reaksi dari adanya Pembakaran Bendera bertuliskan nama Allah dan Muhammad oleh oknum Banser.Video Aksi, Klik disini

Berikut ini 6 Point Sikap Forum Umat Islam Bima,

  1. Perbuatan Pembakaran Bendera Bertuliskan Kalimat Laillaha Illallah, Muhammaddarasulullah merupakan tindakan biadab dan terkutuk
  2. Meminta President Republik Indonesia dan Kapolri mendengar dan mengetahui pendapat MUI Pusat bahwa bendera yang dibakar di garut oleh oknum Banser adalah bendera Tauhid bukan bendera HTI serta pembakaran itu adalah penistaan terhadap agama Islam
  3. Mendesak Keras Mabes Polri, memproses secara hukum oknum – oknum pembakar bendera Tauhid secara tegas tanpa pandang bulu
  4. Menolak keras alasan pembakaran bendera Tauhid sebagai bentuk kecintaan terhadaap kalimat Tauhid, karna tidak bisa diterima akal waras dan sangat bertentangan dengan nilai – nilai keagamaan, keimanan agama manapun
  5. Mendesak Presiden Republik Indonesia segera bersikap adil dan bertindak tegas terhadap oknum –oknum pembakar bendera Tauhid
  6. Menuntut pembubaran Banser, telah berulangkali membuat kegaduhan kepada umat Islam
Baca Juga,  Warga Tanjung Sari-Banggai Digusur, Hendra Wijaya Berharap Ada Perhatian Pemerintah Pusat

Kota Bima, 17 Syafar 1440 Hijria /

26 Oktober 2018 Masehi

Komentar

Post Terkait,