oleh

Warga Buton Kaget, Tiba-Tiba Air Keluar Dari Batu

BUTON, TEROPONGUMAT.COM – Warga Di Desa Batuatas Liwu, Kecamatan Batuatas, Kabupaten Buton Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara, akhir – akhir ini dibuat kaget dengan kemunculan air tawar dari batu.

Pasalnya, daerah tersebut sejak dahulu terkenal tidak memiliki air tawar yang bisa dikonsumsi untuk kebutuhan sehari – hari.

Masyarakat setempat hanya mengandalkan penampungan air hujan yang dibuat berbentuk bak dengan menggunakan semen untuk kebutuhan air bersih.

Tradisi penampungan air hujan melalui bak di desa Batuatas Liwu, tepatnya di Pulau Batuatas ini, sudah bukan sesuatu yang baru buat para generasinya, Jangan heran hampir disetiap rumah di Batuatas Liwu memiliki bak penampungan air bersih berukuran besar, bahkan ada yang berukuran lebih besar dari ukuran rumah.

Tak hanya itu, guna mengantisipasi musim kemarau, masyarakat setempat biasanya selalu mengambil air bersih di tanah besar yakni di pulau buton guna kelangsungan hidup mereka.

Baca Juga,  Membawa Demokrasi Kabupaten Buton Ke Era Peralihan

Ditengah – tengah sulitnya air bersih di Pulau Batuatas, tiba – tiba keluar air dari batu yang ternyata airnya bersih dan tawar. Sehingga dapat dikonsumsi untuk kebutuhan masyarakat setempat.

Konon menurut cerita kemunculan air tersebut berawal dari mimpi oleh salah seorang warga desa Batuatas Liwu, sehingga merasa penasaran, warga tersebut akhirnya mengecek lokasi air tersebut yang berdasarkan petunjuk mimpinya.

Ironisnya, petunjuk mimpi tersebut menjadi kenyataan dengan terdapatnya air bersih yang keluar dari batu.

Menurut salah satu Warga setempat, Adnan mengatakan bahwa munculnya air dari batu tersebut sungguh diluar dugaan, oleh karena pulau Batuatas merupakan daerah yang tandus serta dekat dengan air laut. Mencari air tawar dengan menggali sumurpun rasanya tidak mungkin bisa menemukan air tawar.

“Ini benar – benar diluar dugaan, kami tentu merasa aneh karna sejak semula kami telah terbiasa mengandalkan air hujan untuk kebutuhan air bersih, tapi dengan adanya air ini kami sungguh merasa bersyukur.” katanya senin, 21/05/18

Dengan demikian warga setempat menamai air tersebut dengan nama we’e cici, we’e yang artinya air dan cici artinya susu, sehingga disebut air susu sebagaimana bahasa lokal setempat.

Lokasi air susu tersebut berjarak sekitar dua (2) kilo dari desa batuatas liwu, sehingga masyarakat setempat biasanya berjalan kaki melewati bukit guna sampai dilokasi tersebut tepatnya disalah satu goa tua. Selain itu didalam goa tersebut juga terdapat kuburan tua yang diduga merupakan para pendahulu pulau batuatas.

Reporter, Rustam

Komentar

Post Terkait,