oleh

Tidak Transparansi Soal Anggaran, Oknum Petinggi Stikes Mw Kendari Dinilai Tabrak Aturan

KENDARI, TEROPONGUMAT.COM – Oknum Petinggi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mandala Waluya Kendari di duga Melakukan Tindak Pidana Korupsi hingga Pencucian Uang terkait dengan Pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun 2012 dan 2013.

Hal ini dikemukakan oleh Ketua Dewan Pertimbangan Organisasi Badan Eksekutif Mahasiswa Stikes Mandala Waluya Kendari, Sarjan Darise, 08/02/18.

Lanjut Sarjan saat menghubungi teropongummat, menambahkan, Anggaran yang bersumber dari APBN tersebut senilai 1,750 Milyar Rupiah dalam pengelolaanya dinilai tabrak aturan baik juknis PHP-PTS maupun PERPRESS Nomor 54 Tahun 2010 jo Nomor 74 Tahun 2013 jo Nomor 4 Tahun 2015 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa,

Baca Juga,  "Terbentuknya Kesadaran Nasionalisme" Gerakan Mahasiswa Di Indonesia

“kami hanya mendapatkan satu perusahaan yang memenangkan tender dan anggaranya yang terpakai hanya mencapai angka empat ratusan lebih pada item pengadaan alat-alat laboratorium, ini tentu item pekerjaan yang lainya berpotensi di Mark-up/diatur sendiri oleh Kuasa Pengguna Anggaran”. terang Sarjan

Dengan demikian menurut sarjan ada upaya berwujud Mafia Anggaran Pendidikan yang dilakukan oleh Oknum Petinggi Kampus Stikes Mandala Waluya Kendari

tambah Sarjan hal ini perlu dibuka terang terkait penggunaan uang rakyat di stikes mandala waluya kendari agar makin jelas modus operanding yang dilakukan oleh oknum Kuasa Pengguna Anggaran dalam hal ini pihak Stikes Mw Kendari.

Baca Juga,  Mahasiswa Universitas Azzahra, Kampanyekan Peduli Kemanusiaan

“perlu adanya upaya pembuktian terbalik dalam penyelidikan kasus ini sebagaimana undang-undang TPPU Nomor 8 Tahun 2010, karna di Stikes Banyak yang Kaya mendadak yang di duga dari hasil korupsi”. tambahya

selain anggaran yang bersumber dari APBN juga Anggaran yang yang bersumber dari uang Mahasiswa yang oleh pengelola tidak mematuhi prinsip keterbukaan kepada objek pembayar.

“Jangankan APBN, uang dari mahasiswa saja sampai hari ini kami tidak pernah diberi tahu sejauh mana penggunaanya, inikan aneh, dengan demikian saya akan melaporkan ini kepada pihak yang berwajib untuk segera diproses sesegera mungkin”. tutupnya, (RSK)

Komentar

Post Terkait,